Tuesday, December 6, 2016
Aksi 212 di Mata Konsultan Singapore: "How amazing is it.."
Jum'at (2/12/2016) pagi jam 10:00 di kawasan Marina Bay Singapore, saya meeting dengan Jonathan, partner bisnis saya, seorang Cina Singapore beragama Katolik...
Dia Doktor lulusan salah satu Universitas terbaik di USA, dia mantan banker yang sekarang jadi konsultan keuangan untuk investor Timteng yang bergerak di dunia penerbangan...
Sebelum meeting, tiba2 dia nanya ke saya:"Bukankah di Jkt sekarang lagi ada demo besar2an 212..Pak Nur.?"
"Oh kamu tahu juga ya..?" Begitu ujar saya..ternyata dia tahu dari media masa di Singapore...
Saya lantas menunjukkan TV live streaming di Android saya.. yang memperlihatkan jutaan manusia berjubel di Monas dan jalan protokol di sekitarnya, serta nyambung dgn lautan manusia yg tumpah ruah di bundaran BI.
"How amazing is it.." begitu komentar Jo setengah tak percaya.. "Berapa banyak manusia kah ini? Sy perkirakan antara 2-4 juta jiwa.. Ini sdh lebih dari separo penduduk Singapore (5,5 juta jiwa)..," ujarnya menjawab pertanyaannya sendiri."...
Nah sebagai seorang "profesional" yg selalu bekerja secara terencana dan sistematis.. dia lantas melempar rentetan pertanyaan:
"Berapa lamakah perencanaan demo ini.?"
"Siapakah yg mimpin demo ini.?"
"Gimana cara komunikasi antara pemimpin dan peserta demo.?"
"Gimana ngatur transportasinya.?"
"Gimana ngatur logistiknya.?"
"Gimana ngatur fasilitas pendukungnya (ambulans, toilet dll).?"
"Gimana ngatur tempatnya.?", dst..dst..
Saya hanya bisa menggeleng sambil berucap: "Saya nggak tahu Jo"...
Lantas Jo pun bergumam sambil geleng2 kepala:"Saya nggak percaya, ada org/organisasi dimanapun di dunia ini (note: dia sering melanglang buana) yg sanggup menggerakkan org sebanyak itu..dlm waktu singkat... impossible! Pasti ada kekuatan besar diluar manusia yg menggerakkannya," ujarnya.
Diskusi kamipun beralih ke alasan dan penyebab demo.. Rupanya si Jo ini tau juga dari media masa Singapore, bahwa ini merupakan rentetan unjuk rasa umat muslim Indonesia akibat kasus penistaan agama
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment